Sarana Dan Prasana Pendidikan Inklusif

Sarana Dan Prasana Pendidikan Inklusif

Newautoglass – Sarana dan prasarana sangat penting dalam dunia pendidikan karena merupakan sarana pelatihan. Institusi dan prasarana pendidikan dapat bermanfaat untuk mendukung terlaksananya proses belajar mengajar secara langsung maupun tidak langsung di suatu lembaga untuk mencapai tujuan pendidikan. Institusi dan prasarana pendidikan merupakan salah satu sumber daya yang mengukur mutu sekolah dan harus terus ditingkatkan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cukup canggih. Pentingnya struktur dan infrastruktur dijelaskan di bawah ini:

1. Pengertian Sarana

Menurut para ahli, cara memahami:

  • Ibrahim Bafadal (2003: 2) mengemukakan bahwa lembaga pendidikan adalah “segala perlengkapan, bahan dan furnitur yang digunakan secara langsung dalam proses pendidikan di sekolah”.
  • Wahyuningrum (2004: 5) mengemukakan bahwa institusi pendidikan adalah semua struktur yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran, termasuk harta benda yang bergerak dan tidak bergerak, untuk mencapai tujuan pendidikan.
  • Tim Penyusun Kebijakan Pendidikan Media Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyatakan bahwa sarana dan prasarana merupakan semua sarana yang diperlukan agar proses belajar mengajar dapat bergerak dan tidak bergerak sehingga pencapaian tujuan pendidikan dapat lancar. berfungsi dengan baik dan efektif.

Dari beberapa pandangan diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian lembaga pendidikan adalah lembaga dapat berupa peralatan, bahan dan furniture yang digunakan oleh guru untuk memfasilitasi pembelajaran mata pelajaran. Dari sudut pandang siswa, institusi pendidikan adalah semua jenis perangkat yang digunakan siswa untuk mempelajari mata pelajaran dengan lebih mudah.

2. Definisi infrastruktur

Prasarana pendidikan adalah segala macam perangkat, perlengkapan dan barang yang digunakan oleh guru dan siswa untuk memfasilitasi (melakukan) penyelenggaraan pendidikan.

Perbedaan antara lembaga pendidikan dan prasarana pendidikan terletak pada fungsinya masing-masing yaitu lembaga pendidikan untuk memfasilitasi penyampaian atau pengkajian materi kelas, sedangkan prasarana pendidikan memudahkan penyelenggaraan pendidikan. Dalam pengertian ini istilah “penggunaan langsung” dan “penggunaan tidak langsung” dalam proses pendidikan disebut sebagai “langsung”, yang mengacu pada penyediaan materi (bahan ajar) atau jam belajar. Misalnya papan yang digunakan langsung saat guru mengajar (guru menulis pelajaran di papan tulis). Meja siswa tentunya tidak digunakan oleh siswa untuk pelajaran menulis, tetapi sebagai ‘dasar’ untuk pelajaran menulis (ditulis di buku catatan; buku catatan ini digunakan secara langsung).

Menurut fungsinya, lembaga pendidikan dibedakan menjadi: (1) alat peraga, (2) alat peraga dan (3) alat peraga.

1. Alat belajar

Alat belajar adalah alat untuk merekam bahan ajar atau alat untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran. Yang dimaksud dengan “kegiatan merekam” bisa berupa menulis, mencatat, melukis, menempel (di taman kanak-kanak) dan sebagainya.

Sebagai contoh, papan tulis adalah salah satu alat pembelajaran ketika guru digunakan untuk menulis bahan pelajaran. Ini termasuk kapur (untuk papan tulis) atau spidol (untuk papan tulis) dan penghapus hitam. Buku catatan, pensil, pulpen atau penghapus (strip dan “tulisan”) juga merupakan alat pembelajaran. Alat belajar yang bukan alat pencatat pelajaran tetapi alat peraga adalah alat olah raga (bola, kotak, raket, dll), alat praktek, alat belajar yang digunakan di taman kanak-kanak (gunting, melipat kertas, merekatkan, dll), kelas seni, “tukang kayu”. “perkakas (Pengukir, Pengrajin, Penenun,” Sunggi “/ Pengrajin Wayang, dll) di kelas kerajinan.

2. Alat peraga

Alat peraga adalah semua jenis alat yang digunakan untuk memvisualisasikan objek atau subjek (tidak terlihat oleh mata atau tidak terlihat atau sulit untuk dilihat). Manusia memiliki tubuh (fisik, fisik), oleh karena itu manusia terlihat. Dengan kata lain, bagian tubuh manusia adalah bagian yang terlihat, bagian yang terlihat (bagian dalam tubuh manusia tentu saja dapat dilihat jika “dianalisis”). Ini pada dasarnya ‘ditampilkan’, yaitu membuat sesuatu yang ‘tidak terlihat’ terlihat. Dalam arti luas yaitu tidak bermakna (berwujud bagi yang buta).

3. Alat bantu pendidikan

Media pendidikan (media ajar) berbeda dengan bahan ajar dan alat peraga. Terkadang orang mengutip semua media untuk bantuan pendidikan, tetapi sebenarnya tidak. Alat peraga dan alat peraga membutuhkan kehadiran seorang guru. Alat bantu didaktik dan alat bantu untuk membantu guru dalam mengajar. Dilansir dari situs riverspace.org